Konveksi “ BATIK NAYLA” Tetap Berjaya, Meski Badai Covid-19 Menerpa

  • 0

Konveksi “ BATIK NAYLA” Tetap Berjaya, Meski Badai Covid-19 Menerpa

Category : Berita

Ditengah Pandemi Covid 19 saat ini, banyak pengusaha, baik pengusaha besar, menengah, maupun kecil yang gulung tikar, serta melakukan PHK kepada para karyawannya. Namun hal itu tidak berlaku bagi Jumanto, seorang pengusaha konveksi dari Dukuh Wahyu RT 04 Desa Blangu Keamatan Gesi. Pandemi Covid yang sempat menghancurkan sektor perekonomian dunia tersebut, tidak menyurutkan geliat usahanaya. Terbukti, Ia masih mampu mempekerjakan sekitar 100 orang karyawan, karena kapasitas produksi usahanya tidak mengalami penurunan bahkan justru meningkat.
Ketika ditemui Tim Pembinaan dan Pengawasan PerIzinan DPMPTSP Kabupaten Sragen, beberapa waktu lalu, Jumanto mengisahkan, ia memang sempat jatuh bangun dalam menjalankan usaha bisnisnya. Pada awalnya Jumanto sempat berjualan ayam goreng di pasar Nglangon Sragen, Usahanya tersebut tidak membuahkan hasil, sehingga ia merantau ke kota Surabaya. Di kota Pahlawan tersebut, Jumanto juga menemui kegagalan.
Kemudian ia merantau ke ibukota tepatnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Di pusat grosir tekstil terbesar di Asia Tenggara tersebut, Jumanto menjadi penjahit pakaian. Sebagai penjahit, pria berusia 32 tahun itu, banyak berkenalan dengan para pengusaha konveksi besar di Pasar Tanah Abang. Setelah memperoleh pengalaman sebagai penjahit pakaian di Tanah Abang, muncul pemikiran Jumanto untuk pulang kampung dan membuka usaha di kampung halaman.
Berbekal pengalaman di Pasar Tanah Abang tersebut, Jumanto akhirnya pulang kampung dan merintis usaha dengan mendirikan konveksi “ Batik Nayla “. Semula ia membuka usaha konveksi di wilayah kecamatan Plupuh, namun kurang berhasil, kemudian memindahkan ke desa Blangu Kecamatan Gesi. Pemindahan ke Gesi tersebut, untuk mendekatkan dengan para karyawannya yang memang kebanyakan berasal dari wilayah Gesi dan sekitarnya. Nampaknya di wilayah Gesi inilah, Bapak dua anak ini memperoleh keberuntungan. Usaha konveksinya semakin maju pesat, orderan demi orderan ia peroleh, kebanyakan dari rekanan bisnisnya, para pengusaha pakaian jadi dari Jakarta.
Karena kapasitas produksi yang makin meningkat, Jumanto membuka cabang di wilayah Kecamatan Tangen, tepatnya disebelah alun-alun Tangen. Untuk pengembangan usaha, Jumanto berencana membuka cabang lagi di wilayah Balong, Jenawi. Konveksi “Batik Nayla” memproduksi pakaian batik baik pria maupun wanita, daster, seragam sekolah, seragam kerja, tas kain dll. Menurut pengakuan Jumanto, kunci sukses usahanya adalah pantang menyerah, meskipun berbagai kegagalan telah ia temui, dengan keuletan, kegigihan dan pantang menyerah akhirnya dapat menemui kesusksesan.
Untuk legalitas uahanya, Jumanto telah mengurus izin usaha yaitu SIUP TDP yang terbit bulan Pebruari tahun 2019, sehingga belum melalui aplikasi OSS. Untuk itu Tim Pengawasan dan Pembinaan Perizinan DPMPTP Kabupaten Sragen, menyarankan untuk memperbaharui izin usaha melalui OSS agar memperoleh NIB ( Nomer Induk Berusaha ). “ Silahkan datang ke kantor, petugas kami siap mendampingi untuk memperbaharui izin usaha melalui aplikasi OSS “ kata Anik Windarsih, Kabid Informasi, Pengawasan dan Pengaduan DPMPTSP Kabupaten Sragen. (IPP)