Tukang Insiyur yang Jadi Pengusaha Jamur

  • 0

Tukang Insiyur yang Jadi Pengusaha Jamur

Category : Berita

Seorang sarjana lulusan Perguruan Tinggi, tidak harus bekerja di sebuah kantor, instansi pemerintah ataupun perusahaan, Tapi seorang sarjana, dengan ilmu yang diperolehnya selama kuliah, justru dituntut untuk dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, yang dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya. Pemikiran tersebut menjadi latar belakang bagi Sutopo Jati Santosa , seorang pemuda asal dukuh Blantikan RT 15/06 desa Bener, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.
Menurut Jati, panggilan sehari-hari Sutopo Jati Santosa, ketika lulus kuliah tahun 2015 silam,ia memang sempat melamar pekerjaan di beberapa kantor dan perusahaan, namun belum berhasil memperoleh pekerjaan sesuai keinginannya. Dari kegagalan tersebut, muncul pemikiran mengapa tidak menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan memanfaatkan potensi yang ada disekitarnya, dan berbekal ilmu yang ditimbanya dari bangku kuliah.
Sejak itulah Jati mulai merintis usaha dengan memanfaatkan potensi pertanian yang ada disekitarnya yaitu budidaya jamur. Ada dua jenis jamur yang ia budidayakan yaitu jamur tiram dan jamur kuping. Untuk Jamur tiram , alumnus Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta tersebut, juga langsung mengolahnya menjadi makanan siap konsumsi, yaitu jamur Crispy. Hasil olahan jamur tiram , yang diberi merk Jamur Krispi “Japri” tersebut kini sudah banyak ditemui diberbagai toko oleh-oleh di Sragen dan sekitarnaya. Sedang Untuk jamur kuping, dipasarkan dalam bentuk mentah kering,
Selain budidaaya jamur, lajang kelahiran tahun 1991 tersebut juga melakukan budidaya tanaman Porang, yaitu jenis tanaman umbi-umbian yang saat ini sangat populer di masyarakat. Menurut Jati, umbi Porang banyak sekali manfaatnya seperti untuk bahan baku tepung, kosmetik , jelly dsb. Saat ini permintaan Porang sangat tinggi, karena Porang merupakan bahan komoditi eksport ke berbagai negara seperti Jepang, China, Vietnam dll. “ Untuk pemasarannya tidaklah sulit, karena sudah ada pengepul yang akan mengambilnya bila tanaman porang saya sudah panen “ kata bungsu dari tiga bersaudara tersebut.
Sebagai warga negara yang baik, Jati tak lupa mengurus izin usahanya. Untuk legalitas usaha, ia sudah memiliki Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) serta Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga [SPPIRT). “ Untuk mengurus izin usaha, kini sangat mudah, cepat serta tidak berbelit-belit “ kata Jati ketika menerima Tim Pengawasan dan Pembinaan Perizinan DPMPTSP Kabupaten Sragen, Selasa, 14 /7/2020. (IPP)