Peluang Investasi

  1. Pembangunan Hotel dan Convention Center

Hotel dan Convention Center didirikan dalam rangka menjawab kebutuhan akomodasi dan event yang semakin mendesak seiring perkembangan pembangunan di Kabupaten Sragen. Hotel dan Convention Center terletak di pinggir jalan yang menghubungkan pusat kabupaten dengan jalan lingkar serta dekat dengan pintu tol Solo-Kertosono yang menjadi jalan tol Trans Jawa. Melihat lokasinya yang sangat strategis, diharapkan keberadaan Hotel dan Convention Center ini akan menjadi prioritas para tamu untuk kepentingan pariwisata, bisnis, dan event.

Apalagi saat ini telah mempunyai Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARKAB) Sragen yang memuat arahan dan guideline dalam pengembangan pariwisata. Dalam RIPPARKAB Sragen tersebut terdapat rekomendasi untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan sehingga perlu disiapkan hotel dengan fasilitas yang mendukung aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).

Pembangunan hotel dan convention center seluas ± 5.460 m2 berada di Nglangon, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sragen dengan hamparan tanah yang tersedia seluas 28.990 m2 milik Pemerintah Kabupaten Sragen. Tersedia Feasibility Study dengan total investasi sebanyak ± Rp. 75.150.800.000 diluar pembelian tanah. Hasil analisis menunjukkan proyek Pembangunan Hotel dan Convention Centerlayak” dilakukan dengan skema perjanjian kerja sama antara lain swakelola, Kontrak Kerjasama Operasional (KSO), Build Operate Transfer (BOT) dan Build Transfer Operate (BTO).

 Skenario Pesimis, Moderat dan Optimis Analisis Kelayakan Keuangan

Indikator Pesimis Moderate Optimis
Investasi Rp. 75.150.800.000 Rp. 75.150.800.000 Rp. 75.150.800.000
Occupancy 35% 45% 75%
NPV Rp. 7.287.947.240 Rp. 36.295.290.195 Rp. 123.371.319.059
IRR 21,23% 30,71% 42,49%
ROI/Tahun 36,34% 48,95% 86,79%
B/C Ration 1,22 1,44 1,86
PP 18,64 tahun 14,68 tahun 8,94 tahun

 

  1. Pengembangan Wisata Kolam Renang Kartika

Kolam Renang Kartika yang berada di Jl. Veteran Desa Kroyo, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen merupakan wisata unggulan di Kabupaten Sragen karena lokasinya yang strategis di pusat kota, kemudahan akses transportasi serta fasilitas yang tersedia. Kolam Renang Kartika yang memiliki luas lahan ± 5.839 m2 selalu ramai dikunjungi wisatawan dari segala usia mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa.

Pengembangan Kolam Renang Kartika nantinya akan mengubah wahana kolam renang menjadi wisata waterpark dengan skema investasi antara lain Joint Venture atau BOT dengan kerjasama maksimal 15 tahun. Harapannya dapat meningkatkan potensi tumbuhnya peluang usaha kecil dan menengah sehingga mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya bagi masyarakat sekitar. Adapun fasilitas yang akan ditambah dalam Kolam Renang Kartika adalah gapura pintu masuk yang akan dibuat seperti pintu masuk istana, tempat parkir yang luas, loket tiket masuk, kamar ganti pakaian, kamar mandi dan urinoir, minimarket dan juga kios cinderamata.

Lokasi kolam renang Kartika sudah sesuai peruntukan lahan untuk pariwisata sesuai RTRW Kab. Sragen dengan status tanah milik pemerintah Kabupaten Sragen. Legalistas pemakaian lahan seluas ± 5.839 m2 dibuktikan dengan Sertifikat Hak Pakai No. 4, 40, 42 dan 44.

Indikator Moderate
Investasi Rp. 22.000.000.000
NPV Rp. 38.437.876.153
IRR 23,67%
B/C Ration 1,58
PP 5 tahun 10 bulan

Dari perhitungan Feasibility Study diperoleh hasil analisa ekonomis “LAYAK” sebagai berikut:  

  1. Pembangunan Sragen Dry Port

Pembangunan Sragen Dry Port merupakan salah satu perwujudan peningkatan kualitas pelayanan dan infrastruktur transportasi jalan di kawasan Soloraya. Keberadaan Dry Port ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik sekaligus mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sragen dan sekitarnya.

Untuk meningkatkan dan memperlancar arus barang dari pabrik menuju pelabuhan, Pemerintah Kabupaten akan membangun Sragen Dry Port yang terletak di Dukuh Kabayanan 1 Desa Dawungan, Kec. Masaran seluas ± 45 Ha dimana posisinya mendekati pabrik-pabrik di kawasan Sidoharjo, Masaran sekaligus dapat juga menampung hasil industri di wilayah Gondang dan Sambungmacan. Dari tata letak wilayah, Sragen Dry port sangat strategis karena berada di Jalan Negara Ruas Solo-Sragen.

Keberadaan exit tol di Sambungmacan mendorong pemerintah Kab. Sragen menetapkan pengembangan kawasan industri seluas 450 Ha di Desa Bumiaji, Toyogo dan Banyurip, Kecamatan Sambungmacan dan keberadaan kawasan industri diyakini akan mendorong akselerasi investasi di Bumi Sukowati apalagi adanya komitmen pemerintah Sragen untuk mempermudah proses perizinan berusaha bagi para investor.

  1. Pembangunan Pasar Hewan Terpadu

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akses pasar serta efisiensi sistem pemasaran ternak, adalah pengelolaan pasar ternak secara optimal baik dalam hal sarana prasaranan, pemasaran maupun penguatan kelembagaa guna meningkatkan kesejahteraan para peternak Sragen. Wujud salah satunya adalah pembangunan Pasar Hewan Terpadu yang berlokasi di Kelurahan Nglorog, kecamatan Sragen. Fasilitas yang akan disediakan meliputi pasar hewan, pasar ungas, pasar burung, Rumah Pemotongan Hewan (RPH), serta instalasi pembuangan air limbah (IPAL).

Produksi ternak di Sragen, khususnya sapi terus meningkat dari tahun ke tahun, dari 82.773 kg pada tahun 2013 meningkat menjadi 86.541 kg pada tahun 2014. Hewan ternak yang dijual di Pasar hewan Sragen berasal dari daerah-daerah lain seperti Boyolali, Ngawi, Grobogan dan Karanganyar. Sayangnya, pasar hewan yang ada di Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang saat ini hanya dibuka pada hari pasaran Pahing untuk hewan besar/sapi dan hari pasaran Pon untuk hewan kecil/kambing. Untuk itulah diperlukan adanya pasar hewan terpadu yang beroperasi setiap hari demi memenuhi kebutuhan dan peningkatan ekonomi di bidang peternakan.

  1. Pembangunan Sragen Sport Center

Peningkatan minat olahraga masyarakat Sragen belum diimbangi peningkatan kualitas maupun kuantitas fasilitas olahraga, bahkan terjadi kecenderungan menurunnya kualitas fasilitas olahraga karena kurangnya perawatan. Banyak kegiatan klub atau kelompok olahraga yang tidak tertampung, sehingga mereka berlatih dengan fasilitas seadanya. Tentunya hal ini dapat menghambat perkembangan olahraga di Sragen, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Para atlet, klub maupun penggemar olahraga memerlukan wadah yang reprensetatif dimana mereka dapat melakukan berbagai aktifitas untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kebugaran fisik sekaligus berekreasi. Untuk itulah Pemkab Sragen berminat menyediakan sebuah fasilitas yang mampu mewadahi semua kegiatan olahraga dalam satu lokasi yang terpadu, yakni Sragen Sports Center.

Pembangunan Sragen Sport Center yang berkapasitas 40.000 penonton ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sragen dan sekitarnya akan sarana olahraga dan rekreasi secara terpadu dengan berbagai fasilitas seperti kolam renang, lapangan sepak bola, gedung serbaguna, ruang atlet, poliklinik, sarana olah raga indoor dan outdoor, lapangan tenis, lapangan badminton, open teather, perpustakaan, jogging track, playground, rumah makan dan penginapan. Berjarak sekitar 2 km dari kota Sragen, tepatnya berada di Kelurahan Kroyo Kecamatan Karangmalang, Sragen Sport Center akan menjadi salah satu trademark Kabupaten Sragen yang membanggakan.

  1. Pembangunan Kawasan Golf

Sebagai olahraga yang dekat dengan kesan elegan dan eksklusif, golf menawarkan pengalaman bermain yang indah dan menyejukkan. Keunikan topografi lapangan golf menjadikan olahraga ini selalu berhasil membantu para kalangan atas melepas stres. Keindahan yang ditawarkan padang golf menjadi keunikan olahraga golf itu sendiri. Belum lagi bisnis lapangan golf yang sangat menjanjikan. Tanpa perlu membangun bangku penonton, omset yang didapatkan para pengusaha lapangan golf bahkan bisa melebihi stadion sepakbola.  Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Sragen berusaha mengundang para investor untuk menciptakan padang golf yang disediakan di Desa Trobayan Kecamatan Kalijambe.

Pengembangan kawasan golf ini dinilai sangat potensial dengan adanya exit tol Gondangrejo. Apalagi banyak obyek wisata disekitar yang mampu menyerap kunjungan wisatawan seperti Sangiran, Waduk Kedung Ombo, Kawasan Gunung Kemukus, serta Desa Wisata Batik Plupuh dan Kliwonan. Untuk mendukung akses jalan dari Bandara Adisumarmo Solo ke lapangan golf, akan dibangun jembatan di Desa Klayutan sehingga jarak tempuh menjadi 30 menit dari bandara menuju lokasi padang golf.