Pendukung Investasi

Infrastruktur, Sarana & Prasarana

  • Jaringan Energi dan Kelistrikan

Sesuai Perda No. 11 tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Sragen Tahun 2011-2031, rencana pengembangan transmisi tenaga listrik berupa jaringan transmisi tenaga listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di kecamatan Sragen, Sumberlawang dan Masaran. Rencana pengembangan gardu induk distribusi/pembangkit listrik meliputi peningkatan Gardu Induk (GI) litrik di kawasan perkotaan Sragen dan wilayah pengembangan kawasan peruntukan industri. Rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi berada di Kecamatan Sambirejo. Energi alternative yang akan dikembangkan berupa pengembangan sumber energi biogas di wilayah kabupaten, sedangkan energy bahan bakar minyak dan gas meliputi pengembangan stasiun pengisian bbm di seluruh kecamatan dan stasiun pengisian bahan bakar elpiji di Kecamatan Sambungmacan dan Miri.

Ketersediaan energi listrik

Keterangan 2016 2017 2018
Listrik Terjual 222.007 MWH (Sumberlawang) 61.183.978 MWH 258.893.124 MWH (Sumberlawang)
Nilai Listrik Terjual (Juta Rp) 135.622 (Sumberlawang) 197.603.801 226.534.830 (Sumberlawang)
Jumlah Pelanggan 343.512 unit 357.004 Unit 371.783 unit

 

  • Jaringan Telekomunikasi

Untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan publik, Sragen mengembangkan sistem jaringan telekomunikasi yang terdiri dari jaringan kabel dan sistem nirkabel. Penyediaan prasarana jaringan kabel dan pembangunan rumah kabel dilaksanakan di seluruh wilayah kabupaten dan pada tahun 2031 diharapkan sudah melayani seluruh ibukota kecamatan. Sedangkan system nirkabel dilakukan dengan pembangunan Menara telekomunikasi berupa penggunaan Menara bersama di seluruh wilayah kabupaten.

  • Sanitasi

Sistem jaringan lingkungan dikembangkan melalui pengembangan prasarana persampahan, sanitasi, limbah industri, drainase serta jalur dan ruang evakuasi bencana. Pengembangan prasarana sanitasi  meliputi pengelolaan air limbah domestic dengan pengelolaan air limbah sistem off site dan on site; prasarana terpadu pengolahan limbah tinja (IPLT) yang dapat diintegrasikan dengan TPA Tanggan di Kecamatan Gesi; instalasi pengolahan limbah tinja dan limbah rumah tangga perkotaan; dan instalasi pengolahan limbah kotoran hewan dan rumah tangga perdesaan.

  • Jaringan Sumber Daya Air dan Jaminan Pasokan Air Baku

Dikembangkan melalui sistem prasarana air baku dan irigasi, prasarana air minum, pemanfaatan air permukaan, pemanfaatan air hujan dan air tanah. Ketersediaan air baku dan irigasi diperoleh dengan meningkatkan pengelolaan wilayah sungai strategis nasional Bengawan Solo, yakni Sub Das Bengawan Solo Hulu di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo; pengelolaan Waduk Kedung Ombo di Kecamatan Sumberlawang dan Miri. Sedangkan prasarana jaringan irigasi kewenangan Kabupaten Sragen sebanyak 87 Daerah Irigasi dengan luas 11.765 hektar.

Produksi dan Kapasitas Air Minum PDAM

Keterangan 2016 2017 2018
Kapasitas
– Potensi 760 liter/detik 874 liter/detik 952,4 liter/detik
– Efektifitas 673 liter/detik 749 liter/detik 736,9 liter/detik
Produksi 17.072.306 M3 18.564.292 M3 18.897.693 M3
Distribusi 17.044.842 M3 18.516.095 M3 18.852.067 M3
Terjual 11.731.097 M3 12.229.203 M3 12.781.861 M3
Nilai Terjual Rp. 37.724.430.000 Rp. 44.947.962.000 Rp. 57.039.978.000

Pada musim kemarau, ketersediaan air bersih khususnya untuk daerah di Utara Bengawan masih mengalami kekurangan. Untuk itu Pemkab Sragen berupaya memanfaatkan air dari Waduk kedung Ombo sebagai sumber air minum sejak tahun 2013 dan ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2020 dengan kapasitas 150 liter/detik sehingga mampu melayani ± 15.000 pelanggan di wilayah Sumberlawang, Gemolong, Tanon, Miri dan Sukodono. Jika air WKO tersebut sudah dialihkan ke pelanggan maka sumur-sumur di wilayah tsb bisa menjadi cadangan sumber air. Selain air WKO, pemkab melalui PDAM juga berupaya untuk memperoleh air dari Waduk Gondang, Karanganyar dengan kapasitas 100 liter/detik untuk 10.000 pelanggan.

 

  • Jaringan Transportasi

– Jalan Tol Solo – Kertosono (SOKER), dengan panjang 178 km (bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa) yang sudah beroperasi penuh  sejak 2019, terdiri dari ruas Solo-Ngawisepanjang 90,25 km (termasuk ruas Colomadu – Karanganyar 20,90 km) dan Panjang ruas Ngawi-Kertosono sepanjang 88,35 km (termasuk ruas Saradan – Kertosono 37,50 km).

– Sragen memiliki dua pintu exit tol, yakni Pungkruk dan Sambungmacan yang memudahkan akses ke Jawa Barat maupun Jawa Timur.

– Jalan di Kabupaten Sragen mencapai ± 1.156,52 km terdiri dari : Jalan Negara 32,08 km, Jalan Provinsi 104,19 km, dan Jalan kabupaten 1.020,25 km.

– Kondisi baik 742,71 Km (72,80%), kondisi sedang 66,13 km (6,48%), kondisi rusak 127,65 km (12,51%) dan rusak berat 83,76 km (8,21%).

– Jenis lapisan permukaan: Hotmix 530,49 km, Lapen 11,70 km, batuan 9,56 km, dan Beton 573,13 km.

– Jumlah jembatan 263 dengan kondisi baik 90,11%, sedang 7,22% dan rusak 2,67%

  • Transportasi Darat :

– 3 terminal bus dan 9 sub terminal
– 7 Stasiun kereta api
– 230 armada angkutan barang dari 85 perusahaan
– 651 armada angkutan penumpang dari 94 perusahaan

  • Perbankan dan Koperasi :

Bank pemerintah dan swasta yang telah beroperasi di Kabupaten Sragen : Bank Jateng, BRI, BNI 46, BCA, Danamon, Mandiri, Buana Indonesia, Bukopin, BTPN, Panin dan BPR/BKK yang tersebar di 20 kecamatan. Sedangkan jumlah koperasi mencapai 1.094 unit dengan 167.480 anggota.

  • Perdagangan

Pusat perdagangan Sragen di dominasi oleh pasar umum tradisional sebanyak 47 buah dan 2 pasar hewan. Sedangkan pasar modern juga telah berkembang dengan adanya 51 pusat perbelanjaan dan 3 department store.

  • Kesehatan

Sejumlah sarana kesehatan tersedia, antara lain 11  Rumah Sakit Umum, 1 Rumah Sakit Khusus, 59 Rumah Bersalin, 25 Puskesmas dengan 51 Puskesmas Pembantu, 59 Balai Pengobatan serta 80 Apotik.

 

UMK & Tenaga Kerja

Setiap tahunnya, Sragen menduduki peringkat kedua terendah di Soloraya setelah Wonogiri. Hal ini membuktikan biaya produksi di Sragen masih relative rendah sehingga sangat mendukung investasi baru, ekspansi maupun relokasi.

Angkatan Kerja 2017 2018
Bekerja 466.610 441.198
Pencari Kerja 22.266 22.327
Jumlah Angkatan Kerja 488.876 463.525
Penduduk Usia Kerja 687.357 692.243

 

No Kabupaten UMK 2017 UMK 2018 UMK 2019 UMK 2020
1. Surakarta Rp. 1.534.985 Rp. 1.622.400 Rp. 1.802.700 Rp. 1.956.200
2. Boyolali Rp. 1.519.289 Rp. 1.597.800 Rp. 1.790.000 Rp. 1.942.500
3. Sukoharjo Rp. 1.513.000 Rp. 1.623.000 Rp. 1.783.500 Rp. 1.938.000
4. Karanganyar Rp. 1.560.000 Rp. 1.969.000 Rp. 1.833.000 Rp. 1.989.000
5. Wonogiri Rp. 1.401.000 Rp. 1.501.000 Rp. 1.655.000 Rp. 1.797.000
6. Sragen Rp. 1.422.585 Rp. 1.505.000 Rp. 1.673.500 Rp. 1.815.914
7. Klaten Rp. 1.528.500 Rp. 1.570.000 Rp. 1.795.061 Rp. 1.947.821

 

  • Pendidikan

Tersedia sarana pendidikan dari tingkat Pendidikan Usia Dini sampai dengan Perguruan Tinggi yang terakreditasi secara lokal maupun internasional.

TK                                            : 531 buah
Sekolah Dasar (SD)/ MI        : 661 buah
SMP/ MTs                              : 121 buah
SMU/ SMK/MA                      : 88 buah
SLB                                          : 5 buah
Akademi                                 : 3 buah

 

Keamanan

Suasana yang nyaman dan kondusif menjadi syarat utama kemajuan pembangunan di suatu daerah. Selain itu iklim sosial daerah yang aman dan damai menjadi syarat investasi swasta masuk dan ikut memajukan perekonomian masyarakat. Sragen sebagai kabupaten di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur mempunyai situasi keamanan yang dinamis dan kondusif untuk investasi. Komitmen Bupati dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Kapolres, Dandim, Ketua DPRD, Kajari, Ketua PN, Danyon 408 dan Subdenpom) amat kuat untuk guyup rukun dalam membangun dan mengamankan wilayah.