Selamat Datang di Website Resmi DPMPTSP Kabupaten Sragen.

Mbah Kusno, Pengusaha Iles-iles dari Pilangsari Gesi

Admin
19 Apr 2021

Usia tua tak menghalangi untuk tetap berkarya dan berinovasi. Itulah yang dilakukan Kusno, warga Dukuh Munggur, RT 17 Pilangsari, Gesi. Diusia menjelang 70 tahun,kakek yang tetap sehat tersebut masih memiliki kepedulian untuk mengangkat perekonomian warga di sekitarnya. Berbekal informasi yang diperoleh dari saudaranya yang tinggal di Purwodadi mbah Kusno menjadi pengepul  iles-iles yang banyak tumbuh di hutan-hutan diwilayah Gesi.

Iles-iles adalah umbi-umbian sejenis dengan tumbuhan keladi/talas, suweg, walur dan porang, namun memiliki karakter pohon dan umbi yang berbeda. Tumbuhan ini hanya memiliki batang tunggal, berwarna hijau tua kehitaman dengan bercak putih dan berbatang halus. Iles-iles merupakan tanaman liar  yang tumbuh di hutan, pegunungan, perbukitan, perkebunan,tepian sungai dan jurang jurang, sehingga banyak ditemukan di desa Pilangsari, Kec. Gesi.

Menurut penuturan mbah Kusno, awal mula ia menjadi pengepul iles-iles karena melihat banyak warga sekitar tempat tinggalnya yang menganggur dan tidak punya tambahan penghasilan. Disisi lain ia melihat di wilayah Gesi banyak tumbuh tanaman iles-iles yang dapat dimanfaatkan serta mempunyai nilai ekonomis. Dari pemikiran itu, mbah Kusno kemudian menampung iles-iles dari para  warga sekitarnya. Menurut mbah Kusno, iles-iles yang ia terima dalam keadaan basah, kemudian diolah agar menjadi kering. Caranya dengan mengiris iles-les tersebut setebal kurang lebih 10 mm. Potongan iles-iles tersebut selanjutnya dikeringkan dengan menjemur dibawah terik matahari. Lamanya pengeringan sekitar 7 hari, tergantung cuaca /panas mataharinya.

Mbah Kusno membeli iles-iles dari warga seharga Rp. 1.100,- per kg nya. Setelah kering ia menjual seharga Rp. 12.000,- per kgnya. Kendala dalam proses pengeringan iles-iles adalah sifatnya yang tidak tahan air. Sekali kena air, iles-iles yang sudah setengah kering, bisa hancur menjadi semacam bubur, sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi. Untuk itu ia harus extra hati-hati dalam penjemuran iles-iles. Apabila cuaca sedikit mendung, iles-iles yang dijemur dihalaman rumahnya segera dimasukkan kedalam rumah.

Usaha pengepul dan pengeringan iles-iles baru ditekuni mbah Kusno dalam dua tahun terakhir ini. Meskipun baru berjalan dua tahun, telah banyak membantu masyarakat disekitarnya untuk meningkatkan perekonomiannya. Berapapun iles-iles yang disetorkan warga, pasti  ia terima, karena permintaan iles-iles kering masih sangat banyak. Untuk mendukung usahanya mbah Kusno dibantu 7 (Tuju) orang pekerja, yang tergabung dalam Paguyuban Iles-iles.  Menurut mbah Kusno, iles-iles yang telah kering tersebut, selanjutnya ia setorkan kepada perusahaan di wilayah Purwodadi, untuk diolah menjadi tepung. Namun mbah Kusno, kurang tahu pasti, kegunaan tepung berbahan iles-iles tersebut.

Ketika ditemui Tim Pengawasan dan Pembinaan Perizinan DPMPTSP Kabupaten  Sragen, beberapa waktu lalu  mbah Kusno mengakui, usaha yang ia tekuni memang belum memiliki izin usaha. Karena ia memang belum tahu bagaimana tata cara mencari izin usaha tersebut.  Setelah mendapat penjelasan dari Tim Pengawasan dan Pembinaan Perizinan, tentang prosedur mendapatkan izin usaha serta manfaat yang diperoleh dengan memiliki izin usaha, mbah Kusno berjanji untuk segera mengurus izin usahanya. (Ipp)