Dari Tegalrejo Tembus Taiwan Dan Brunei Darussalam
Rumahnya cukup sederhana terletak di sebuah jalan desa yang jauh dari keramaian. Namun, siapa sangka dari rumah yang dari luar tidak nampak sebagai tempat usaha tersebut, mampu memproduksi pakaian jadi yang telah menembus pasar di berbagai negara seperti Taiwan, Brunedi Darussalam dan Timor Leste. Pemilik usaha tersebut adalah Sigit Riyanto, warga Dukuh Gombelan RT 12 Desa Tegalrejo Kecamatan Gondang.
Memasuki ruang utama rumah tersebut, nampak belasan karyawan sedang sibuk menjahit bahan pakaian dan seragam pesanan. Sementara di sudut ruangan nampak seragam dan gaun wanita yang sudah jadi. Seragam dari salah satu sekolah di Timor Leste sudah dikemas dalam plastik. Selain memproduksi pakaian jadi, Sigit juga memiliki unit usaha bordir dengan teknologi komputer. Satu set mesin bordir berteknologi komputer untuk melengkapi usahanya, yang ditempatkan di sebuah ruangan di samping ruang utama.
Menurut pengakuan Sigit, semula ia hanya seorang penjahit biasa dan masih ikut pada pengusaha konveksi lain. Namun berkat ketekunan dan keuletannya ia telah memiliki usaha konveksi dan bordir sendiri yang diberi nama “SGT Bordir Komputer dan Konveksi“. Untuk pesanan pakaian jadi, ia peroleh dari para rekanan bisnisnya. Menurut Sigit, pakaian jadi hasil produksinya memang mayoritas untuk komoditi ekspor ke berbagai manca negara. Meski demikian ia juga melayani untuk pemasaran lokal, kalau ada permintaan. “Order yang rutin saya terima adalah pembuatan seragam salah satu sekolah di negara Timor Leste“ kata Sigit sambil menunjukkan tumpukan pakaian seragam sekolah Timor Leste yang siap dikirim. Sedang unit bordirnya, kebanyakan untuk memproduksi atribut seragam sekolah, PNS, TNI/Polri, dan sebagainya.
Sebagai pengusaha yang sedang mengembangkan usahanya, Sigit Riyanto telah melengkapi usahanya dengan izin-izin yang diperlukan. “Saya telah mengurus izin usaha Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) melalui aplikasi OSS di DPMPTSP Sragen beberapa waktu lalu“ katanya ketika menerima Tim Pengawasan dan Pembinaan Perizinandan Nonperizinan DPMPTSP Sragen (Selasa, 18/2/20 ). “ Proses pengajuan izin juga mudah dan tidak berbelit-belit “ tambahnya. (IPP)
BERITA SEBELUMNYA
Pelaku Usaha Beri Respons Positif Terhadap Pelayanan DPMPTSP SragenBERITA SELANJUTNYA
Nyarmiasih, Pengusaha Nata De Coco dari Pondok Kecamatan Sambirejo