Yenny Kusumawati, Kartini Milenial dari Gebang Masaran
Sosoknya lembut dan anggun. Namun dibalik kelembutan dan keanggunannnya tersimpan keberanian, ulet, gigih, serta pantang menyerah. Itulah sosok Yeni Kusumawati, seorang wanita pengusaha asal Ngasem RT 30 Desa Gebang, Kec. Masaran, Kab. Sragen. Keberanian dan keuletan ibu muda tersebut, terlihat dari bidang usaha yang ditekuni yaitu suplier / pemasok kayu sengon gelondongan, bidang usaha yang lazim ditekuni kaum pria.
Menurut Yeny, ia merintis usaha bidang perkayuan sejak tahun 2011, selepas lulus dari SMA. Awalnya ia diajak bergabung oleh salah satu rekannya yang terlebih dulu menekuni dunia perkayuan. Selama beberapa tahun Yeny bekerjasama dengan perusahaan milik salah satu rekannya tersebut. Setelah melalui beberapa pertimbangan, Yeny memutuskan untuk menjalankan usaha tersendiri dengan mendirikan perusahaan UD. Berkah Albazia.
Dibawah bendera UD Berkah Albazia, Yeny menjalankan usaha sebagai suplier kayu sengon. Ia membeli kayu sengon dalam bentuk gelondongan selanjutnya menyetorkan kayu sengon tersebut ke perusahaan pengolahan kayu didaerah Dagen
Kabupaten Karanganyar. Menurut alumnus Jurusan Akuntasi Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta tersebut, untuk mendapatkan Sengon berkualitas tinggi, ia berburu ke berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Gresik, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Jember, Banyuwangi hingga daerah-daerah di pulau Bali.
Menurut Yeny, agar usahanya tetap eksis, ia harus rajin berkelana keberbagai daerah untuk mendapatkan kayu sengon. Oleh perusahaan mitra kerjanya, ia ditarget harus memasok kayu sengon gelondongan minimun 250 m3 per minggu, sehingga dalam satu bulan harus bisa mendapatkan 1000 m3 kayu sengon gelondongan. Untuk mengejar target tersebut, tak jarang Yeny harus menyetir mobil sendiri menembus kebun dan hutan belantara di berbagai daerah, untuk mendapatkan barang dagangan. Meski ditakdirkan sebagai wanita, Yenny tidak merasa risih menekuni bidang usaha bidang perkayuan, yang biasanya ditekuni kaum pria.
Untuk melegalkan usahanya, Yenny telah melengkapi dengan izin yang diperlukan. Kepada Tim Pengawasan dan Pembinaan DPMPTSP Kabupaten Sragen yang menemui di tempat tinggalnya Yeni mengaku membuat izin usaha melalui aplikasi OSS secara online. Menurutnya dengan aplikasi OSS tersebut sangat membantu bagi para pengusaha untuk mengurus perizinan usaha yang diperlukan.(Nn / IPP)
BERITA SEBELUMNYA
Mbah Kusno, Pengusaha Iles-iles dari Pilangsari GesiBERITA SELANJUTNYA
Jajaran Kemenko Kemaritiman dan Investasi RI Kunjungi Kabupaten Sragen